Kabut Asap Karhutla Mulai Terasa di Tarakan, Puskesmas Gunung Lingkas Siagakan Layanan Kesehatan dan Edukasi Warga
Berita

Kabut Asap Karhutla Mulai Terasa di Tarakan, Puskesmas Gunung Lingkas Siagakan Layanan Kesehatan dan Edukasi Warga

07 September 2026 PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS
Kabut Asap Karhutla Mulai Terasa di Tarakan, Puskesmas Gunung Lingkas Siagakan Layanan Kesehatan dan Edukasi Warga

TARAKAN – Perubahan kualitas udara akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Pulau Kalimantan mulai berdampak pada masyarakat Kota Tarakan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Kabut asap tipis yang menyelimuti kawasan pemukiman dan pesisir meningkatkan potensi munculnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata.

Menanggapi kondisi tersebut, UPT Puskesmas Gunung Lingkas memperketat kesiapsiagaan pelayanan kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan pasien gangguan pernapasan.

Siagakan Obat-obatan dan Pelayanan Prioritas

Pihak Puskesmas Gunung Lingkas memastikan stok obat-obatan esensial, seperti inhaler, nebulizer untuk penderita asma, vitamin, hingga persediaan tabung oksigen berada dalam kondisi siap dan mencukupi. Tim medis dan tenaga kesehatan masyarakat juga dikerahkan untuk memantau tren keluhan penderita ISPA di wilayah Kelurahan Gunung Lingkas dan sekitarnya.

Layanan pemeriksaan kesehatan dibuka normal 24 jam untuk kondisi darurat. Warga yang mulai merasakan gejala seperti batuk, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga mata perih diimbau untuk segera berkonsultasi ke puskesmas.

Imbauan Kesehatan Puskesmas Gunung Lingkas untuk Warga

Sebagai langkah penanggulangan dampak asap, Puskesmas Gunung Lingkas memberikan panduan pencegahan mandiri bagi warga sekitar:

  1. Pakai Masker Saat Keluar Rumah: Selalu gunakan masker (medis atau N95) saat beraktivitas di luar ruangan untuk menyaring mikropartikel debu dan asap.
  2. Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru dan jantung.
  3. Tutup Akses Udara Kotor: Pastikan ventilasi rumah tertutup rapat saat konsentrasi kabut asap menebal di pagi atau sore hari.
  4. Perbanyak Konsumsi Air Putih: Menjaga kadar hidrasi tubuh sangat penting untuk membantu membersihkan saluran pernapasan dari iritasi partikel debu.
  5. Jaga Kebersihan Diri (PHBS): Cuci tangan dan basuh wajah segera setelah kembali dari luar rumah.

Melalui langkah promotif dan kesiapsiagaan medis ini, UPT Puskesmas Gunung Lingkas berharap dapat menekan angka kesakitan akibat dampak asap kiriman serta menjaga kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Tarakan Timur tetap terjaga.

Bagikan Artikel:

Kembali ke Informasi Terkini